Happy Internasional Mountain Day!

Berbeda dengan artikel saya sebelumnya, kali ini saya mau serius sedikit :D Mungkin gaya bahasa yang disampaikan beda, tapi ini murni pendapat saya.

Saya katakan, saya bukan mountaineer atau anggota pecinta alam manapun.  Saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya melihat kondisi gunung kini. Alasan saya ingin mendaki beberapa waktu lalu, karena ingin mencoba menikmati hidup sesederhana mungkin dengan air minum sedikit, makanan seadanya, tidur di kemiringan sekian dan tanahnya tak rata, dan bersahabat dengan dingin.

Saya paham, bahwa selain saya banyak orang yang ingin merasakan hal yang sama, menyentuh awan sedekat itu, melihat fajar menyingsing, atau senja datang di puncak yang beribu-ribu mdpl.

Namun dalam benakku, alangkah egoisnya bila banyak orang yang menginginkan itu. Gunung juga mempunyai batasan untuk dikunjungi. Saya tahu, begitu banyak orang yang mendaki turut melestarikan keasrian gunung. Namun,
tidak menutup kemungkinan orang ikut-ikutan tanpa tahu ilmunya tergiur mendaki, ikut-ikutan lantas berperilaku seenaknya pada alam. Contoh kecilnya? Sampah bertebaran dimana-mana.

Selama tak ada larangan, itu hakmu jika ingin mendaki. Tapi kupikir alangkah lebih bijaksana jika memberikan waktu untuk istirahat pada gunung. Sudah beberapa saat ini saya berhenti muncak. Terakhir adalah bulan desember tahun lalu. Dan menurut saya, ini adalah satu cara untuk mengurangi euforia orang naik gunung, agar kebiasaan mendaki bukan hal yang viral lagi, karena nyatanya gunung itu bersih ketika tak ada yang mendaki.

*tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti, saya juga akan mengunjunginya lagi. Ia hanya perlu istirahat dari ke-viral-an yang ada*

Dari saya orang awam, bukan anggota pecinta alam manapun dan bukan mountaineer. Happy international mountain day!

Komentar

Postingan Populer